Yusuf Blog News :

Latest Post

Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts

Rahasia yang Tidak Boleh Dirahasiakan

Written By INSPIRASI on Friday, August 17, 2012 | 8:11 PM


Setiap individu pasti memiliki beberapa rahasia dalam hidupnya dan mungkin tidak diketahui orang lain. Namun setelah Anda punya komitmen dengan orang lain, apakah itu pacar atau pasangan hidup yang sudah menikah, maka ceritanya lain.

Cobalah untuk tidak menyembunyikan rahasia-rahasia dari pasangan Anda. Jika pasangan Anda mengetahui dari orang lain, itu akan menghancurkan kehidupan cinta bahagia Anda. Jadi, terbaik adalah memberitahu rahasia ini sebelum terlambat.

Berikut rahasia yang harus Anda beritahukan kepada pasangan Anda, yang dikutip dari Boldsky, Kamis (16/8).

Tabungan Anda

Ini adalah salah satu rahasia tersembunyi dari seorang pria untuk menjaga diri mereka sendiri. Tapi, setelah menikah akan lebih baik jika pasangan Anda tahu tabungan Anda. Jadi, yang terbaik adalah memberitahu rahasia tentang keuangan Anda dengan pasangan.

Pikiran batin

Anda harus berbagi pengalaman batin Anda dengan pasangan Anda. Hal ini membuat pasangan akan mudah saling memahami dan membangun kedekatan.

Kelemahan Anda

Jika Anda berbagi kelemahan Anda dengan pasangan, Anda akan merasa nyaman dan pasangan pun waspada dengan hal itu. Misalnya, kelemahan Anda adalah gampang marah, pasangan sudah tahu dan bisa mengerti hal itu.

Mitra terakhir Anda

Tidak semua orang berbagi rahasia ini. Ada pepatah umum "Biarkan yang lalu akan berlalu". Memang benar, tapi jika Anda merasa tidak aman untuk menyembunyikan masa lalu Anda, maka ungkapkanlah. Pastikan pasangan Anda orang yang berpikiran positif dan terbuka.

Keperawanan Anda

Rahasia ini selalu disembunyikan semua orang. Jangan berpikir bahwa bersembunyi tidak akan membuat pasangan Anda tidak tahu. Jika pasangan Anda membahas itu secara terbuka, Anda tidak perlu lagi menyembunyikannya.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Kawah Mars Mirip Bumi

Written By INSPIRASI on Thursday, August 9, 2012 | 4:27 AM


Kawah Mars tempat kendaraan penjelajah milik NASA Curiosity mendarat terlihat mirip kawah yang ada di Gurun Mojave, California.

"Impresi pertama yang Anda dapat adalah betapa miripnya pemandangan di tempat itu seperti di humi," ujar Kepala California Institute of Technology John Grotzinger.

Curiosity telah memunculkan kepalanya untuk pertama kali sejak mendarat di Kawah Gale, dan mengirimkan puluhan foto hitam putih yang rencananya akan disatukan menjadi foto panorama.

Kendaraan penjelajah yang berukuran seperti mobil itu juga telah mengambil gambar wilayah utara dari lokasinya dimana terlibat permukaan yang sedikit terbakar dari roket yang digunakan untuk menerbangkan Curiosity. (AP/OL-12) 


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Skandal-skandal di Bidang Sains yang Menghebohkan

Written By INSPIRASI on Tuesday, August 7, 2012 | 1:40 AM


Dalam melakukan penelitian ilmiah, ilmuwan atau peneliti haruslah melakukannya dengan benar dan jujur. Namun apa jadinya bila ada sekelumit ilmuwan yang mencederai reputasinya dan berbuat tidak benar dalam melakukan penelitian?

Berikut skandal-skandal penelitian yang menghebohkan di tahun 2011 menurut The Scientist:

1. Peneliti yang Memalsukan Data
Diederik Stapel, mantan Kepala Institut Penelitian Perilaku Ekonomi di Universitas Tilburg, Belanda dicurigai hasil-hasil karya ilmiahnya karena 'too good to be true', hasilnya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Nah, sejak 31 Oktober 2011, dibentuklah tim investigasi yang dikepalai Rektor Magnificus Universitas Tilburg Willem Levelt. Willem menunjuk 3 peneliti muda di 3 universitas tempat Diederik bekerja.

3 Peneliti muda itu bekerja berbulan-bulan untuk meneliti bagaimana Diederik bekerja hingga menemukan gejala ketidakberesan. Hasil laporan sementara, terungkap Diederik mengarang data untuk sedikitnya 30 publikasi karya ilmiahnya.

Diederik juga mengirimkan data-data palsunya ini untuk dianalisis lebih lanjut oleh koleganya. Investigasi itu juga mengindikasikan Diederik mulai memanipulasi dan memalsukan data sejak tahun 2004. Celakanya, tak ada kolega, dosen dan mahasisnya S-3-nya yang sadar akan kejanggalan ini.

Ada 19 judul disertasi S-3 yang sudah siap dibuat atas data-data palsu Diederik ini. Investigasi juga menelisik 130 artikel dan 24 buku yang ditulis Diederik. Tim Investigasi yang dibentuk Willem Levelt bahkan menyatakan bahwa 20 publikasi yang dipelajari, 12 di antaranya dipalsukan Diederik dan 3 kontribusi bukunya dinilai ada kecurangan.

Tim Investigasi masih melakukan penelitian hingga hari ini dan berharap akan mempublikasikannya ke publik pada musim gugur tahun 2012.

Diederik pun mengaku bersalah dalam kasus ini:

Saya gagal sebagai seorang ilmuwan. Saya mengadaptasi data dan memalsukan penelitian. Bukan sekali, namun beberapa kali, bukan dalam jangka pendek, namun dalam waktu yang lama. Saya sadar saya membuat kaget dan marah kolega karena kelakuan saya. Saya menempatkan bidang saya, psikologi sosial dalam sorotan yang jelek. Saya malu dan menyesalinya. Saya minta maaf.

2. Penelitian Virus Tikus & Kelelahan Kronis
Hubungan antara virus leukemia tikus dan sindrom kelelahan kronis digaungkan sejak tahun 2009 oleh Institut Whittemore Peterson yang dikepalai Judy Mikovits. Namun kejanggalan mulai terkuak tatkala beberapa laboratorium lain gagal untuk menelisik kembali hubungan antara virus leukemia tikus dan kelelahan kronis ini.

Judy Mikovits, yang memimpin penelitian ini menolak untuk menyerahkan kunci notebook laboratorium. Judy malah kabur membawa notebook-nya, melarikan diri ke California. Judy kemudian ditangkap dengan tuduhan kejahatan pencurian, dipenjara semalam dan sekarang sedang menunggu sidang.


3. Penelitian tentang Umur Panjang
Biostatistikawan Universitas Boston, Paolo Sebastiani menarik makalah penelitian yang mengidentifikasi 19 gen yang berhubungan dengan umur panjang pada orang-orang yang berumur 100 tahun atau lebih.

Beberapa hari setelah makalah itu diterbitkan, beberapa pakar mengkritik hubungan kuat yang ditemukan karena kesalahan rangkaian penelitian yang dilakukan.

Kemudian tim Paolo bekerja kembali untuk menghilangkan sumber error, dan menemukan bahwa hubungan antara 19 gen dengan umur panjang itu tidak begitu kuat. Jurnal Science yang sempat menerbitkan penelitian itu pun menarik makalah penelitian itu. Tim Paolo kemudian merevisi temuannya di jurnal yang lain.

4. Penelitian Mahkluk Hidup yang Tahan Arsenik
Pada akhir 2010, peneliti NASA Felisa Wolfe-Simon dan koleganya dilaporkan mengungkap spesies di danau air asin Danau Mono di California. Spesies itu dikatakan bertahan di kandungan berarsenik tinggi dan berfosfor rendah. Tak cuma itu, spesies itu bahkan memasukkan unsur arsenik di dalam sistem utama DNA-nya.

Kritik lantas bermunculan dengan hasil penelitian itu, mempertanyakan hasil, teknik ekstraksi DNA dan medium yang digunakan diklaim bebas fosfat ternyata mengandung fosfat.

Jurnal Science kemudian memuat 8 komentar bersifat teknis dari para ilmuwan. Dan makalah ilmiah itu kemudian ditarik kembali.

5. Penelitian Plagiat tentang Perubahan Iklim
Makalah kontroversial tentang perubahan iklim lantaran menyadur sumber lain, termasuk Wikipedia. Makalah ilmiah itu dibuat ilmuwan yang meragukan perubahan iklim Edward Wegman dari Universitas George Mason, pada tahun 2008 dan dimuat di jurnal Computational Statistics and Data Analysis.

Hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa ilmuwan iklim saling mempublikasikan karyanya karena dekat dan seringnya berkolaborasi untuk mempertanyakan apakah perubahan iklim itu ada.

Namun seorang sumber blogger mengungkapkan bahwa makalah ilmiah itu terbukti meniru alias plagiat, mengutip dari Wikipedia dan 2 buku namun tidak mencantumkannya. Akhirnya makalah itu ditarik dari jurnal pada Mei 2011 lalu.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

10 Hewan yang Terancam Punah di 2012


Biarpun dunia makin beradab, namun hukum alam yang berlaku tak bisa dilawan. Siapa yang kuat dan bisa menyesuaikan diri, dialah yang bertahan. Nah, hewan-hewan ini diprediksi terancam punah di tahun 2012 karena tidak bisa bertahan dan menyesuaikan diri.

Inilah 10 binatang yang terancam punah di tahun 2012 versi situs green-buzz.net seperti dikutip detikcom, Selasa (7/8/2012):

1. Burung Pelatuk Paruh Gading
Burung pelatuk paruh gading (Campephilus principalis)ini ditemukan di wilayah tenggara Amerika Serikat (AS), juga bisa ditemukan di wilayah Kuba. Burung ini dipercaya di ambang kepunahan, bahkan mulai punah sejak saat ini.

Pelestarian dilakukan di tempat-tempat yang disebut-sebut terdapat sekelompok populasi burung ini di Florida atau Arkansas, AS. Namun kabar ini belum bisa dikonfirmasi.

2. Macan Tutul Manchuria
Macan tutul manchuria (Panthera pardus orientalis) adalah macan yang hidup di kawasan bersalju, terdapat di China bagian Utara, Rusia bagian tenggara dan Korea.

Macan tutul ini berkurang populasinya seiring dengan pembangunan jalan, pembalakan hutan, pelanggaran peraturan dan perburuan gelap. Dalam survei terakhir, populasi macan tutul ini hanya berkisar 14-20 ekor yang hidup di hutan-hutan.

3. Badak Jawa
Bila berbicara tentang badak, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) terancam punah keberadaannya. Dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat, populasinya hanya sekitar 40-60 ekor.

Badak jawa ini terancam punah karena diburu culanya. Selain badak jawa, yang terancam punah adalah badak hitam (Diceros bicornis).

4. Lemur Bambu Besar
Lemur bambu besar (Prolemur simus) hidup endemik di Pulau Madagaskar, Samudera Hindia. Beratnya bisa mencapai 2,5 kg, ciri khasnya adalah daun telinganya yang putih.

Lemur ini hanya bisa makan spesies bambu yang hanya hidup di Madagaskar, Cathariostachys madagascariensis, biasanya bagian tunas, pucuk dan daunnya. Nah bambu madagaskar ini mengandung sianida dalam pucuknya, namun lemur bisa tahan akan zat itu. Padahal, dalam dosis yang sama, manusia jelas tak akan bertahan.

Lemur ini menjadi langka karena perburuan gelap dan kehilangan habitat. Selain itu, binatang fossa dan burung karnivora menjadi predator utamanya. Bila tidak segera ditangkarkan dan dilestarikan, maka lemur ini terancam punah.

5. Paus Atlantik Utara
Paus atlantik utara (Eubalaena glacialis) alias Northern Right Whale, dijuluki demikian karena paus ini merupakan jenis yang tepat untuk diburu oleh nelayan pada masa 1970-an. Paus ini dijumpai pada Samudera Atlantik, tepatnya di perairan sebelah tenggara dan timur laut AS.

Paus ini diburu karena minyaknya. Karena perburuan, status paus ini dilindungi namun kini dikhawatirkan kepunahan tak bisa dicegah.

Berdasarkan data dari Administrasi Kelautan dan Perikanan AS (NOAA), populasi spesies ini diperkirakan sekitar 300-400 ekor. Kini karena sudah dilarang penangkapannya, paus ini menghadapi ancaman dari canggihnya teknologi pemancingan dan tabrakan dengan kapal. Belum lagi perubahan habitat, perubahan iklim dan kontaminasi air laut oleh industri semakin mengancam keberadaan paus ini.

6. Gorilla Cross River
Gorilla cross river (Gorilla gorilla diehli), seperti namanya, hidup di wilayah Cross River, bagian barat Afrika, sekitar hutan tropis dan subtropis di perbatasan Nigeria dan Kamerun.

Gorilla ini sangat pemalu, dan diperkirakan jumlahnya tinggal 250-300 ekor yang tersebar di 9-11 lokasi di Afrika bagian barat. Gorilla ini bisa punah karena perburuan gelap untuk diambil dagingnya dan kehilangan habitat.

Namun, sejak tahun 2008, Pemerintah Kamerun membuat Taman Nasional Takamanda untuk melindungi dan melestarikan gorilla ini.

7. Penyu Belimbing Kulit Hitam
Penyu belimbing kulit hitam (Dermochelys coriacea) adalah penyu terbesar yang tersebar di berbagai samuder, seperti Samudera Atlantik, Samudera Pasifik, Laut China Selatan hingga Samudera Indonesia.

Penyu ini bisa tahan berenang jauh, melintasi samudera hanya untuk meletakkan telur-telurnya. Peneliti pernah melacak gerak dari penyu ini yang berenang dari Indonesia ke AS, menempuh 20 ribu km selama 647 hari. Penyu ini berenang mengikuti makanannya, ubur-ubur.

Perburuan telur penyu dan polusi di lautan mengancam keberadaannya.

8. Macan Siberia
Macan siberia (Panthera tigris altaica) seperti halnya macan tutul manchuria, bisa ditemukan di bagian bersalju Rusia, China dan Korea. Sebelum dilindungi, macan ini berjumlah 40-50 ekor, namun kini meningkat menjadi 500 ekor.

Perlindungan spesies ini melibatkan pemerintah China dan Rusia sejak tahun 2010. Biarpun demikian, keberadaannya masih terancam punah.

9. Salamander Raksasa China
Disebut raksasa karena salamander (Andrias davidianus) jenis ini bisa tumbuh sampai 6 kaki alis sekitar 1,8 meter! Salamander ini hidup endemik di pegunungan berbatu dan danau-danau di China.

Sekali bertelur, salamander ini bisa menghasilkan 500 telur. Namun demikian ancaman terbesarnya adalah perburuan untuk diambil dagingnya. Daging salamander ini selain dimakan di China, juga dibuat koleksi dan bahan obat-obatan.

10 Burung Kakatua Malam
Burung kakatua malam (Strigops habroptilus) alias Kakapo, disebut demikian karena dia seperti burung hantu, nokturnal, hanya berkeliaran di malam hari. Burung ini endemik di Selandia Baru. Terancam punah karena aktivitas rantai makanan. Predatornya mulai dari tikus, kucing dan anjing.

Selain itu, suku Maori di Selandia baru memburu burung ini untuk daging dan pakaian. Namun pemerintah Selandia Baru sudah beraksi untuk melestarikannya.

Kendati demikian populasinya hanya 150 ekor yang tersebar di beberapa pulau di Selandia Baru.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Katak Bisa Jadi Peringatan Dini Gempa

Written By INSPIRASI on Monday, August 6, 2012 | 6:46 AM


Para ilmuwan mengatakan mereka mungkin telah menemukan cara katak memperkirakan gempa bumi, lapor BBC(01/12/2011).

Pada tahun 2009, katak-katak di L'Aquila, Italia menghilang dari kolam-kolam setempat, tiga hari sebelum gempa besar.

Para peneliti, dalam laporan yang diterbitkan di Jurnal Internasional untuk Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, mengatakan bahwa batu-batu di kerak bumi mengeluarkan partikel bermuatan, sebelum gempa dan hal ini mempengaruhi air.

Para ilmuwan memperkirakan katak dapat mendeteksi perubahan ini sebelum lempeng tektonik bergeser.

Tim yang dipimpin oleh Friedemann Freund dari NASA dan Rachel Grant dari Universitas Terbuka Inggris berharap hipotesis mereka ini dapat membantu pakar biologi dan geologi untuk bekerja sama mencari tahu bagaimana binatang mengetahui tanda-tanda gempa.

Grant, pakar biologi dari Universitas Terbuka, mengamati koloni katak di L'Aquila sebagai bagian dari penelitiannya.

"Sangat dramatis," katanya. "Dari 96 katak menjadi kosong dalam waktu tiga hari."

"Setelah itu saya dihubungi oleh NASA," tambahnya.

Para ilmuwan dari badan ruang angkasa Amerika Serikat tengah mempelajari perubahan kimia yang terjadi saat bebatuan di perut bumi mengalami tekakan besar.

Mereka juga tengah meneliti apakah perubahan itu terkait dengan eksodus masal katak.

Pakar geofisika Friedemann Freund mengatakan bebatuan di kerak bumi yang mengalami tekanan besar, mengeluarkan partikel.

Partikel-partikel yang terlepas di udara saat mencapai permukaan bumi menjadi molekul udara yang disebut ion.

Perubahan kimia ini dapat mempengaruhi bahan organik yang larut di air dan menjadikan bahan ini beracun untuk binatang yang tinggal di air.

Mekanisme ini rumit dan para ilmuwan mengatakan proses ini perlu diuji lagi secara cermat.

Namun Dr Grant mengatakan mekanisme ini adalah yang pertama sebagai "petunjuk gempa" yang dapat dirasakan oleh binatang.

Dr Freund mengatakan sikap binatang ini dapat menjadi salah satu dari sejumlah hal yang dapat digunakan sebagai petunjuk gempa.

"Begitu kita mengerti semua sinyal ini dan melihat ada empat atau lima petunjuk yang mengarah pada hal yang sama, maka kita bisa memperkirakan sesuatu akan terjadi," kata Dr
Freund kepada BBC Nature.

Katak di L'Aquila bukan satu-satunya binatang yang berperilaku aneh sebelum gempa.

Sejumlah laporan menyebutkan reptil, amfibi, dan ikan juga berperilaku aneh sebelum gempa terjadi.

Pada 1975, di Haicheng, Cina, banyak orang yang melihat ular keluar dari sarangnya, satu bulan sebelum kota itu diguncang gempa.

Pergerakan ular ini aneh karena biasanya binatang ini tidur lama di tengah musim dingin, dan keluar pada saat suhu membeku merupakan tindakan bunuh diri untuk binatang berdarah dingin ini.*


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Penelitian: Cinta Singkirkan Rasa Takut


Hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Neuron menunjukkan, penggunaan hormon oksitosin atau hormon cinta, hormon yang melimpah pada ibu yang baru melahirkan, dapat mencegah kebekuan fisik sesaat ketika didera rasa takut.

Pengujian dilakukan pada tikus dengan menginfeksikan virus yang menghasilkan protein penghasil hormon itu ke bagian otak yang merupakan pusat rasa takut, amygdala. Hasilnya, tikus-tikus tersebut tak lagi mengalami kebekuan ketika merasa terancam.

Peneliti Ron Stoop, spesialis psikiatri syaraf dari University of Lausanne, Swiss, mengatakan, studi ini menjelaskan kenapa kecenderungan manusia untuk membeku sesaat akibat rasa takut itu tak berlaku pada ibu yang tengah menyusui, demi melindungi bayinya.

"Ketika kami menyetop (aliran oksitosin), mereka juga berhenti bergerak (saat takut)," kata Stoop.

Hasil studi inipun, ujarnya, bisa digunakan dalam penanganan autisme, sindrom ketakutan dan kekhawatiran berlebih.*  


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Bencana Tsunami

Written By INSPIRASI on Monday, May 14, 2012 | 11:27 PM


Tsunami berasal dari bahasa Jepang. "tsu" berarti pelabuhan, "nami" berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai pasang laut yang besar di pelabuhan.

Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran.?Kecepatan tsunami yang naik ke daratan (run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air?tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.

Penyebab terjadinya Tsunami
  • Gempa bumi yang diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau)
  • Tanah longsor didalam laut
  • Letusan gunung api dibawah laut atau gunung api pulau.


Gejala dan peringatan dini
  • Gelombang air laut datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat.
  • Kejadian mendadak dan pada umumnya di Indonesia didahului dengan gempa bumi besar dan susut laut.
  • Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya? gempa bumi sebagai sumber tsunami dan waktu tiba tsunami di pantai mengingat kecepatan gelombang gempa jauh lebih besar dibandingkan kecepatan tsunami.
  • Metode pendugaan secara cepat dan akurat memerlukan teknologi tinggi.
  • Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar di bawah laut.?


Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelamatkan diri. Sebelumnya

Penyelamatan Diri Saat Terjadi Tsunami
Sebesar apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat. Janganlah ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati pantai dan lautan.

Namun jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

Strategi Mitigasi Dan Upaya Pengurangan Bencana
  1. Peningkatan kewaspadaaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya tsunami.
  2. Pendidikan kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah pantai tentang bahaya tsunami.
  3. Pembangunan Tsunami Early Warning System (Sistem Peringatan Dini Tsunami).
  4. Pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai yang beresiko.
  5. Penanaman mangrove serta tanaman lainnya sepanjang garis pantai untuk meredam gaya air tsunami.
  6. Pembangunan tempat-tempat evakuasi yang aman disekitar daerah pemukiman yang cukup tinggi dan mudah dilalui untuk menghindari ketinggian tsunami.
  7. Peningkatan pengetahuan masyarakat lokal khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang pengenalan tanda-tanda tsunami cara-cara penyelamatan diri terhadap bahaya tsunami.
  8. Pembangunan rumah yang tahan terhadap bahaya tsunami.
  9. Mengenali karakteristik dan tanda-tanda bahaya tsunami.
  10. Memahami cara penyelamatan jika terlihat tanda-tanda akan terjadi tsunami.
  11. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tsunami.
  12. Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio, SATLAK PB maupun institusi terkait
  13. Melengkapi diri dengan alat komunikasi.

Sumber :Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia.Set BAKORNAS PB dan?Gempa bumi dan Tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Bencana Letusan Gunung Api


Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.

Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan.

Bahaya Letusan Gunung Api di bagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya, yaitu :

Bahaya Utama (Primer)
  1. Awan Panas, merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. Selain suhunya sangat tinggi, antara 300 - 700? Celcius, kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi, > 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng).
  2. Lontaran Material (pijar),terjadi ketika letusan (magmatik) berlangsung. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan, bisa mencapai ratusan meter jauhnya. Selain suhunya tinggi (>200?C), ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai, bahkan mematikan mahluk hidup. Lazim juga disebut sebagai "bom vulkanik".
  3. Hujan Abu lebat, terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. Karena ukurannya yang halus, material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan, mata, pencemaran air tanah, pengrusakan tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat.
  4. Lava, merupakan magma yang mencapai permukaan, sifatnya liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi, antara 700 - 1200?C. Karena cair, maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan membakar apa saja yang dilaluinya. Bila lava sudah dingin, maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batu.
  5. Gas Racun, muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2, H2S, HCl, SO2, dan CO. Yang kerap menyebabkan kematian adalah gas CO2. Beberapa gunung yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu, Gunung Api Dieng, Gunung Ciremai, dan Gunung Api Papandayan.
  6. Tsunami, umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau, dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. Makin besar volume material letusan makin besar gelombang yang terangkat ke darat. Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.


Bahaya Ikutan (Sekunder)
Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar.

Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi
  • Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi.
  • Membuat perencanaan penanganan bencana.
  • Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan.
  • Mempersiapkan kebutuhan dasar
  • Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi
  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
  • Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
  • Jangan memakai lensa kontak.
  • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
  • Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi
  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  • Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin


MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI
Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi, tindakan yang perlu dilakukan :
  • Pemantauan, aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Data harian hasil pemantauan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan menggunakan radio komunikasi SSB. Petugas pos pengamatan Gunung berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat.
  • Tanggap Darurat, tindakan yang dilakukan oleh DVMBG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi, antara lain mengevaluasi laporan dan data, membentuk tim Tanggap Darurat, mengirimkan tim ke lokasi, melakukan pemeriksaan secara terpadu.
  • Pemetaan, Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos penanggulangan bencana.
  • Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi, Geofisika, dan Geokimia. Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku, peta dan dokumen lainya.
  • Sosialisasi, petugas melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi. Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.


Sumber : Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Set BAKORNAS PBP; Leaflet Set. BAKORNAS PBP dan Gunungapi. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Bencana Tanah Longsor


Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng. Penyebab longsoran dapat dibedakan menjadi penyebab yang berupa :
  • Faktor pengontrol gangguan kestabilan lereng.
  • Proses pemicu longsoran.


Gangguan kestabilan lereng ini dikontrol oleh kondisi morfologi (terutama kemiringan lereng), kondisi batuan ataupun tanah penyusun lereng dan kondisi hidrologi atau tata air pada lereng. Meskipun suatu lereng rentan atau berpotensi untuk longsor, karena kondisi kemiringan lereng, batuan/tanah dan tata airnya, namun lereng tersebut belum akan longsor atau terganggu kestabilannya tanpa dipicu oleh proses pemicu. Proses pemicu longsoran dapat berupa :
  • Peningkatan kandungan air dalam lereng, sehingga terjadi akumulasi air yang merenggangkan ikatan antar butir tanah dan akhirnya mendorong butir-butir tanah untuk longsor. Peningkatan kandungan air ini sering disebabkan oleh meresapnya air hujan, air kolam/selokan yang bocor atau air sawah kedalam lereng.
  • Getaran pada lereng akibat gempa bumi ataupun ledakan, penggalian, getaran alat/kendaraan. Gempa bumi pada tanah pasir dengan kandungan air sering mengakibatkan liquefaction (tanah kehilangan kekuatan geser dan daya dukung, yang diiringi dengan penggenangan tanah oleh air dari bawah tanah).
  • Peningkatan beban yang melampaui daya dukung tanah atau kuat geser tanah. Beban yang berlebihan ini dapat berupa beban bangunan ataupun pohon-pohon yang terlalu rimbun dan rapat yang ditanam pada lereng lebih curam dari 40 derajat.
  • Pemotongan kaki lereng secara sembarangan yang mengakibatkan lereng kehilangan gaya penyangga.


Strategi dan upaya penanggulangan bencana :
  1. Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya
  2. Mengurangi tingkat keterjalan lereng
  3. permukaan maupun air tanah. (Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah).
  4. Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling
  5. Terasering dengan sistem drainase yang tepat.(drainase pada teras - teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah)
  6. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).
  7. Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat
  8. Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan
  9. Pengenalan daerah rawan longsor
  10. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall)
  11. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah.
  12. Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction(infeksi cairan).
  13. Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel
  14. Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.


Sumber : Buku Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, Set BAKORNAS PBP


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Potensi Ancaman Bencana


Bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain:
  • Bahaya alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah manusia (man-made hazards) yang menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) dapat dikelompokkan menjadi bahaya geologi (geological hazards), bahaya hidrometeorologi (hydrometeorological hazards), bahaya biologi (biological hazards), bahaya teknologi (technological hazards) dan penurunan kualitas lingkungan (environmental degradation)
  • Kerentanan (vulnerability) yang tinggi dari masyarakat, infrastruktur serta elemen-elemen di dalam kota/ kawasan yang berisiko bencana
  • Kapasitas yang rendah dari berbagai komponen di dalam masyarakat

Secara geografi s Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera – Jawa - Nusa Tenggara – Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986).

Gempa bumi yang disebabkan karena interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi di samudera. Dengan wilayah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik ini, Indonesia sering mengalami tsunami. Tsunami yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa-gempa tektonik di sepanjang daerah subduksi dan daerah seismik aktif lainnya (Puspito, 1994). Selama kurun waktu 1600–2000 terdapat 105 kejadian tsunami yang 90 persen di antaranya disebabkan oleh gempa tektonik, 9 persen oleh letusan gunung berapi dan 1 persen oleh tanah longsor (Latief dkk., 2000). Wilayah pantai di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana tsunami terutama pantai barat Sumatera, pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Irian Jaya dan hampir seluruh pantai di Sulawesi. Laut Maluku adalah daerah yang paling rawan tsunami. Dalam kurun waktu tahun 1600–2000, di daerah ini telah terjadi 32 tsunami yang 28 di antaranya diakibatkan oleh gempa bumi dan 4 oleh meletusnya gunung berapi di bawah laut.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Definisi Bencana


Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. (Definisi bencana menurut UU No. 24 tahun 2007)

Bencana merupakan pertemuan dari tiga unsur, yaitu ancaman bencana, kerentanan, dan kemampuan yang di picu oleh suatu kejadian.

Posisi Geografis Indonesia
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif, dan sekitar 150 sungai, baik besar maupun kecil, yang melintasui wilayah padat penduduk.

Danau toba yang terkenal itupun sebetulnya sebuah Caldera atau lubang dipermukaan bumi yang diakibatkan oleh gempa vulkanik. Bila luas danau toba mencapai 100 kilometer persegi, bisa dibayangkan betapa besar gempa tersebut, yang konon terjadi sekitar 74000 tahun lalu.

Coba kita ingat beberapa catatan bencana alam besar yang pernah di alami negeri tercinta ini.

1815
Gunung tambora meletus. Jumlah korban saat itu tidak tercatat dengan baik, namun dapat dipastikan melebihi jumlah korban letusan gunung krakatau.

1883
Gunung krakatau meletus, mengakibatkan tsunami dan menghilangkan lebih dari 36000 jiwa. Letusan ini menjadi catatan sejarah dunia tersendiri karena tsunami yang diakibatkan mencapai hingga Hawaii dan Amerika Selatan.

1930
Gunung merapi meletus. Mengakibatkan 1300 orang harus kehilangan nyawa

1963
Gunung Agung Meletus. Menewaskan sekitar 1000 jiwa

2004
Gempa dan Tsunami melumatkan aceh dan kawasan sekitarnya serta menewaskan sekitar 170 ribu jiwa, jumlah terbesar yang tercatat dalam sejarah modern bencana alam indonesia

2005
Gempa di Nias ­ Sumatera tanggal 28 Maret 2005 mengakibatkan sekitar 1000 orang meninggal

2006
Gempa di Yogyakarta, menewaskan sekitar 5.782 jiwa

2007
Gempa di Bengkulu - Sumatera tanggal 12 september 2007 yang mengakibatkan sekitar 70 penduduk tewas.

Itu semua belum termasuk bencana banjir, tanah longsor, angin topan dan sebagainya. Dan yang penting harus tertanam dibenak kita, bencana bukan hanya bencana alam, bencana dapat terjadi karena faktor alam maupun non alam seperti budaya, agama, dan tentu saja manusia. Di indonesia, risiko bencana dapat disebabkna oleh faktor geologis (gempa, tsunami, letusan gunung berapi), Hydrometeorologis (bnajir, tanah longsor, kekeringan, angin topan), biologis (wabah penyakit, penyakit tanaman, penyakit ternak, hama tanaman), kegagalan teknologi (kecelakaan industri dan transportasi, radiasi nuklir, pencemaran bahan kimia), dan faktor sosial politik (konflik horisontal, terorisme, ideologi, religi).


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Orang Jepang Bakal "Punah"


Beberapa peneliti Jepang mengungkapkan "jam penduduk" yang memperlihatkan rakyat negara itu secara teori dapat punah dalam waktu 1.000 tahun akibat penurunan angka kelahiran.

Beberapa sivitas akademika di kota Sendai, Jepang utara, mengatakan penduduk anak-anak di Jepang, yang berusia sampai 14 tahun dan sekarang berjumlah 16,6 juta, menyusut dengan angka satu dalam setiap 100 detik.

Ramalan mereka menunjuk kepada Jepang tanpa anak kecil dalam waktu satu milenium. "Jika angka kemerosotan ini berlangsung terus, kita akan dapat merayakan Hari Anak pada 5 Mei 3011 sebagai hari libur masyarakat, sebab hanya akan ada satu orang anak," kata Hiroshi Yoshida, profesor ekonomi di Tohoku University.

"Namun 100 detik kemudian takkan ada anak yang tersisa," katanya. "Kecenderungan secara keseluruhan tersebut menuju kepada kepunahan, yang berawal pada 1975, ketika angka kesuburan di Jepang anjlok di bawah dua."

Yoshida mengatakan ia menciptakan jam penduduk guna mendorong pembahasan "mendesak" mengenai masalah itu. Satu studi lain awal tahun ini memperlihatkan penduduk Jepang diperkirakan menyusut jadi sepertiga jumlah saat ini, 127,7 juta, dalam waktu satu abad.

Proyeksi pemerintah memperlihatkan angka kelahiran hanya akan mencapai 1,35 anak per satu perempuan dalam waktu 50 tahun, jauh di bawah angka pergantian.

Sementara itu, harapan hidup --yang sudah menjadi salah satu yang tertinggi di dunia-- diperkirakan akan naik dari 86,39 tahun pada 2010 jadi 90,93 tahun pada 2060 bagi perempuan dan dari 79,64 tahun jadi 84,19 tahun buat pria.
Lebih dari 20 persen penduduk Jepang berusia 65 tahun atau lebih, salah satu bagian orang yang berusia lanjut paling tinggi di dunia.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Artikel Islami

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSPIRASI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger